Saturday, 7 March 2015

Tips PDKT Sama Cewek

Kebanyakan pria tak cukup pandai dalam hal bercumbu-rayu. Sebenarnya hal ini bukan melulu tergantung pada 'bakat alami', menggoda lawan jenis memiliki beberapa dasar yang dapat dipelajari oleh setiap orang. Berikut beberapa tip tentang merayu wanita yang akan mengarahkan Anda jadi pria yang dipuja.


Isyarat Fisik Dan Verbal
1. Postur dan posisi - Postur Anda mengkomunikasikan segalanya. Anda perlu melengkungkan punggung dan sedikit menonjolkan dada Anda. Ambil jarak, saat Anda berbicara dengan seorang wanita, posisikan diri Anda tak jauh dari dua kaki. Anda tak perlu terlalu dekat dengannya, tapi sedikit lebih dekat dari jarak yang biasa dilakukan dalam percakapan normal.

Atur posisi terbuka sepanjang waktu. Saat Anda sedang berusaha merayu seorang wanita, jangan sekali-kali bersedekap atau memasukan tangan ke dalam saku. Jika Anda ingin mencoba membuatnya melihat Anda, mundurlah sedikit, jika dia mengikuti gerakan Anda, maka itu sebuah pertanda bagus.

2. Mata bertemu mata, merupakan alat efektif dalam seni merayu. Gunakan mata Anda untuk memberi tatapan penuh kekaguman. Hal itu cukup mungkin untuk membuat hati seorang wanita kalang-kabut. Jika Anda kebetulan melewati seorang wanita yang ingin Anda goda, beri tatapan dua kali pada matanya, lalu berpindahlah perlahan. Dan berikan senyuman saat Anda hendak memalingkan wajah. Kalau dia tanggap, maka dia akan menangkap isyarat ketertarikan Anda.

3. Sentuhan juga boleh dilakukan. Sebagai awalnya, sentuh pundak atau tangannya sewaktu Anda berbicara dengannya. Namun untuk sentuhan ini, Anda mesti hati-hati, jangan sampai sentuhan tersebut diartikan sesuatu yang kurang ajar atau melecehkan. Yang perlu Anda ingat, jangan keluar jalur, atau si wanita malah jadi sebal pada Anda.

4. Bersikaplah agresif. Kaum wanita menyukai pria-pria yang tak takut melakukan apapun demi mendapat yang diinginkannya. Saat Anda menujukkan 'pengejaran' dengan penuh rasa percaya diri dan tak kenal takut, maka ia akan mulai melihat Anda sebagai sosok yang berbeda. Jangan pelit memberi pujian pada wanita...ungkapkan apa yang Anda pikirkan, asal itu dalam batas wajar.

5. Berikan ungkapan jujur. Jika Anda telah menyampaikan bahasa tubuh yang tepat, apa yang Anda katakan tak sepenuhnya penting. Hanya saja, usahakan untuk membuat percakapan tetap hidup. Lemparkan topik yang bukan hal serius, bukan pula percakapan yang terlalu mendalam. Jangan melulu bicara tentang diri Anda, tapi gali pula hal-hal yang membuat lawan bicara Anda terlibat. Bersikaplah terus terang, meski demikian, tetap fokuskan pada hal-hal yang membuatnya tertarik. Beri pujian pada penampilannya, tapi jangan berlebihan. Anda juga bisa merayunya dengan mengatakan betapa dia pandai dalam sesuatu, misalnya memilih warna baju yang sesuai, atau dalam melakukan permainan atau apapun yang Anda tahu dia bisa melakukannya. Dan pastikan untuk menunjukan ketertarikan Anda dalam isyarat tubuh saat melakukan percakapan ini.




Isyarat Jiwa
Jangan perlihatkan perasaan gugup sewaktu Anda mendekati seorang wanita, pancarkan rasa percaya diri dan yakin kalau Anda mampu mengontrol situasi ini. Tunjukan Anda merasa nyaman dan aman...para wanita menyukai pria yang memiliki rasa aman. Ingat, seorang yang percaya diri dan merasa aman sangatlah memikat. Itulah kenapa kebanyakan wanita enggan dengan pria yang sombong dan grogi. Rasa percaya diri dapat ditunjukan dengan tidak bicara gugup, tidak duduk/berdiri dengan gelisah, menatap langsung ke mata dan suara tidak terdengar gemetar.

2. Untuk membuat seseorang menyukai Anda, khususnya wanita, Anda mesti selalu terlihat gembira, antusias dan menebarkan rasa senang. Saat hendak merayu seorang wanita, tampilah dengan penuh energi dan pikiran yang positif.

Anda mungkin telah memiliki trik-trik tersendiri untuk memikat lawan jenis yang Anda taksir, dan semoga tips yang kami berikan ini dapat menambah trik yang telah Anda miliki. 





Cerita Humor Seks Dewasa Lucu Habiss

Cerita Humor Seks Dewasa Gokil Kocak - Humor memiliki banyak manfaat. Ketika seseorang sangat capek karena habis kerja, punya masalah, dalam kondisi pikiran yang kacau, humor menjadi solusi yang bisa mengurangi kepenatan badan atau kalau pikiran lagi suntuk. Banyak jenis humor yang sangat menghibur. Mulai dari cerita bergambar lucu, pantun, tebak tebakan hingga humor yang bertemakan seks dewasa.

Cerita humor seks dewasa tidak harus dengan kata kata yang  vulgar dan jorok. Namanya juga humor seks ya yang ringan ringan saja meskipun dalam cerita seks humor tersebut bertemakan seks dewasa. Sesuai dengan judul postingannya yaitu tentang cerita seks humor, berikut ini ada cerita seks humor yang mungkin belum pernah Anda baca sebelumnya...



Seks dan Ngupil 
Ada seorang anak yang belum tahu tentang seks dan ingin menanyakan pada Ayahnya. Biasanya kalau orang tua di tanya seputar seks orang tua sering kebingungan karena takut salah jawab. Tapi berbeda dengan ayah dalam cerita seks humor kocak gokil ini.

Si Ayah berusaha tenang dan memberi jawaban perumpamaan pada anaknya yang bertanya tentang masalah seks. Sang Ayah selalu mengaitkan jawabannya dengan cara orang ngupil. Berikut ini pertanyaan dari anak seputar seks kepada Ayahnya.

Anak : "Yah, kenapa sih wanita itu lebih suka sex ketimbang pria?"

Ayah : "Yaa seperti kalau kamu sedang ngupil, yang merasakan enak kan lobang hidung kamu dibandingkan jari kamu, iya kan?"

Anak : "Ooo begitu ya Yah. Terus merasa enak kenapa wanita tidak suka kalau di perkosa ?? "

Ayah : " Emang kalau kamu sedang jalan jalan,  dan tiba tiba saja ada orang yang memasukkan jarinya ke hidung kamu, kamu tidak bakalan marah??"

Anak : " Lalu kenapa wanita tidak mau kalau di ajak berhubungan badan pada saat sedang mestruasi."

Ayah : "Seandainya kondisi hidung kamu sedang berdarah apakah kamu masih tetep masih suka ngupil ??"

Anak : " Yah, mengapa pria itu tidak senang menggunakan kondom kalau pas lagi berhubungan seks ?? "

Ayah : "Memangnya kamu juga suka ngupil pakai sarung tangan??"

Anak : "Lalu mengapa ya orang dewasa itu kalau sedang berhubungan selalu ngumpet dan tidak ingin di ketahui orang lain ?? "

Ayah :  "Emang kamu tidak malu kalau sedang ngupil di saksikan banyak orang? "

Anak : "Betul tidak Yah kalau wanita itu lebih senang  dengan “anu” yang gede gede?"

Ayah : " Kamu pernah mencoba ngupil menggunakan jempol? Rasanya enak tidak? "

Demikian cerita seks humor dari blog personal cerita2 gambar ini :D



Friday, 6 March 2015

Cerita Seks Lucu Bergambar



Nah loh gmna kalo kejadiannya menimpa kalian, klo tahu si ceweknya hasil ganti kelamin..hehee..!!

Cerita Sex Wanita Konsultasi Kedokter
    Seorang wanita yang cantik dan seksi pergi ke Dokter untuk mengkonsultasikan penyakitnya.

    Pasien : “Dok, payudaraku kok terasa keras sekali dan sakit ya?”

    Kemudian si Dokter mulai memeriksa dengan memegang payudara wanita tersebut untuk beberapa saat, dan si pasien kembali bertanya

    Pasien : “Jadi bagaimana dok?”

    Dokter : “Ini sepertinya penyakit menular. Sekarang penis saya yang keras dan sakit.”


cerita sex untuk para abg tentang janda dan duda 

Tiga bulan setelah suaminya meninggal, Enny dijodohkan orang tuanya dengan Yopi, duda kampung sebelah. Meskipun sebetulnya masih berduka, Enny akhirnya setuju kumpul dengan Yopi.

Malam pertama mereka, Enny menunggu di tempat tidur, selimutan. Saat Yopi membuka selimut dia melihat Enny tanpa busana, tanpa bra, tapi mengenakan CD warna hitam. Enny bilang,

 “Mas Yopi.. bibirku.. tubuhku.. dadaku.. milikmu sekarang.. tapi… maaf mas.. yang berpakaian hitam dibawah.. dia masih berduka cita..”

Yopi mikir sejenak, trus dia bilang.. “Nggak pa-pa say.. tapi sebentar ya..”

Yopi ke kamar mandi. Balik dari kamar mandi, dia sudah bugil dan hanya mengenakan kondom berwarna hitam sambil nyengir Yopi bilang,

 “Say.. yang berpakaian hitam dibawah ini.. dia mau menyampaikan bela sungkawa sedalam dalamnya!!”



Berikut ini adalah kumpulan dari cerita sex abg yang cukup terkenal.

Ada percakapan 3 orang suami:

Suami pertama : “Saya heran, istri saya kok tingkah nya aneh-aneh, masa dia bilang ingin beli DVD player, padahal TV aja kita gak punya…”

Suami kedua : “Istri saya lebih aneh lagi, Pak, maksa-maksa minta beli tabung gas, padahal kompor di rumah kami masih kompor minyak…”

Suami ketiga : “Wah, istri saya paling aneh banget, Pak, dia bilang mau tugas keluar kota, dia bawa 10 kondom pak, bayangin, Pak, 10 buah, dia ga mikir apa ya? Mau dipasang dimana itu kondom? dia kan wanita…”



Kalau cerita dibawah ini tentang 3 orang yang berbicara tentang hubungan sex mereka dengan para istri mereka

Di sebuah bar terjadi perbincangan antara tiga orang pemuda yang masing-masing berasal dari Asia.

Orang Jepang : “Tadi malam saya bercinta dengan istriku sebanyak tiga kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan yang sangat lezat untuk menyenangkan hatiku”.

Orang Cina : (Tidak mau kalah) “Tadi malam aku bercinta dengan istriku enam kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan pagi dan berkata bahwa ia tidak akan bisa mencintai pria lain.”

Lalu mereka bertanya pada orang Indonesia: “Bagaimana dengan kamu… Paimin?”

Paimin : “Hanya sekali.”

“Yang benar saja…,” kata orang Cina dan Jepang itu nyaris serempak.

“Iya… hanya sekali,” tegas Paimin.

“Lalu apa kata istrimu pada pagi harinya?” tanya mereka.

“Awas, jangan berhenti,” jawabnya.

Jepang dan Cina: “????!!!”




Mungkin sebelum kalian beranjak abg, yaitu saat masih anak kecil pernah kejadian seperti yang dialami tono dibawah ini :

Si kecil Tono sedang lewat kamar Papanya ketika dia mendengar suara berisik. Kebetulan pintunya nggak dikunci, lalu Tono masuk dan melihat Papa sedang bergerak-gerak di atas Mama. Dengan lugunya Tono mendekat dan melompat ke punggung Papa, mau main kuda-kudaan.

Papa sangat kaget tapi karena berpikir Tono belum mengerti apa-apa, dia teruskan saja menggoyang Mama sambil Tono menunggangi punggungnya.

Tidak berapa lama kemudian Mama mulai mengerang dan makin lama erangannya makin keras. Adi pun berkata “Ayo pegangan yang kuat, Pa! Kalo Mama udah begini biasanya Om Eko sama Tono akan terlonjak-lonjak!”



Keliling dunia saat bulan madu wow pasti menyenangkan, tapi apa yang terjadi dengan cerita dibawah ini :

Setelah berbulan madu keliling dunia. Vina ditanyai oleh Susi sahabat karibnya tentang keindahan bulan madunya.

“Bagaimana kesanmu berbulan madu keliling dunia? Mengesankan, bukan?”

“Apanya yang mengesankan! Justru menyedihkan!”

“Lho, kok menyedihkan?!”

“Suamiku hobby belanja. Jadi di setiap negara dia beli ini-itu, sampai hotel sudah capek langsung tidur. Aku malah tak sempat menikmati malam pertamaku!”


Jadi ya udah gimana gan udah puas dengan Cerita Sex Lucu Bergambar Terbaru diatas yang berhubungan dengan istilah sex. 



Cerita Lucu Sex



*Buka Baju dan Celana*
Seorang pelacur datang ke dokter untuk berobat.

Dokter : "Sakit apa mbak?"
Pelacur: "Sakit perut, Dok"
Dokter lalu mempersilahkan pasien naik ketempat tidur untuk diperiksa
Dokter : "Buka bajunya, Mbak"
Pelacur : "Celananya juga, Dok?"
Dokter : ?????

*Masih Perawan di Malam Pertama*
Usman usianya masih muda sekitar 18 tahunan tetapi telah jatuh cinta pada seorang nenek berumur sekitar 50 tahunan yang bernama Ijah. Karena Usman sudah bekerja, maka Usman ingin menikahi Ijah.

Setelah menikah, Usman ingin menikmati malam pertama bersama Ijah. Setelah berjuang dengan susah payah, akhirnya Usman berhasil menembus sela-sela pahanya si Ijah dan memasukan burungnya ke liang si Ijah. Dengan bangga Usman memuji Ijah :

"Wahhh hebat benar Ijah, masih perawan !!!"
Dengan kalemnya Ijah menjawab :

"Maaf Mas, tadi bukan perawan saya yang sampeyan tembus, tetapi celana dalam saya yang belum sempat saya buka"

*Membahas yang Barusan Digilir Tadi Malam*
4 cowok membahas seorang perek yang semalam mereka gilir:
Si A : "HUH GAK ENAK!"
Si B : "HUH GA BRASA!"
Si C : "HUH, ENAKAN BINI GUE!!"
Si D : "Iya Enakan Bini Loe !"
Si C : "????"

*Suami Bertato*
Pada malam pertama sehabis pernikahan sang istri membuka baju sang suami dilihat dadanya ada tatto bertuliskan REEBOK dan dipaha bertuliskan NIKE sang suami menjelaskan itu masa kontrak ku pada sang produser agar aku tak lupa.

Setelah semua terlepas sang istri melihat di anunya tertulis AIDS langsung sang istri marah namun langsung di jelaskan pada suaminya terus coba kau panjangkan dulu anuku dan terlihat tulisan ADIDAS langsung tak marah lagi.

*Tiga Orang yang Jadi Orang*
Guru: "Anak-anak,sebelum melanjudkan pelajaran bapak mau ngetes hasil pelajaran kalian nih, sebentar ya!.
Murid: "Silakan pak guru!"
Guru: "ada tiga orang, tapi hanya satu yang benar-benar jadi orang, ayo siapa nama-nama mereka dan siapa yang jadi orang?.
Murid:"Wah ngga tahu tuh pak guru"
Guru: "Baiklah akan bapak beri tahu sekaligus sebagai pelajaran berikutnya bagi kalian, ketiga orang tersebut adalah: MADI, MANI dan MAJI dan yang bisa jadi orang hanya MANI".
Diposkan oleh this is gadget di 17:25 3 komentar 
Burung Niup Balon
Ada seorang anak yang masih ber umur 4 tahun. Pada suatu hari si anak tersebut menemukan sebuah KONDOM di atas wc lalu ia bertanya kpd ibunya:
Anak: "Bu ini apa?"
(dengan santai ibunya berkata)
Ibu: "Itu BALON"
Kemudian si anak menemukan nya lagi lagidan lagi hinggga kondom itu ber jumlah 5 buah.
Lalu si anak meniupnya hingga menjadi balon yg berbentuk...

Tiba-tiba si anak masuk ke kamar ibunya dia melihat ayah nya sedang tidur. Lalu tanpa sengaja sianak menyingkap kain sibapak dan sianak pun ber teriak:

Anak: "BU, BURUNGNYA BAPAK NIUP BALON !!"
IBU: "???!!!"

*Perbaiki Presneling yang Rusak*
Pada suatu hari seorang pria dengan tampang lesu pergi berobat ke dokter langganannya. Disana ia curhat ke dokter langgananya tersebut tentang bagaimana cara agar bila berhubungan intim dengan istri bisa jadi lebih lama. Sang dokter pun memberikan tips dengan mengatakan sebelum berhubungan lebih baik masturbasi dulu. Kebanyakan pria akan lebih lama berhubungan setelah melakukan masturbasi.

"Ya udah. Mau gimana lagi. Yang penting lama", batin pria tersebut.

Keesokan harinya selama di kantor, sang lelaki tersebut berpikir untuk mencari tempat yang pantas.

"Di kantor? Gak mungkin", pikir pria tersebut.

"Di wc kantor? Kurang nyaman".

"Di tempat parkir? Terlalu terbuka".

Akhirnya ia menemukan ide cemerlang. Dia memutuskan untuk melakukannya sepulang dari kantor siang ini.

Di perjalanan pulang, dia menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dia keluar dan dia menyelusup ke bawah mobilnya seolah – olah ada kerusakan.

Menyadari keadaan yang sudah dirasanya agak enakan, dia kemudian membuka resletingnya, menutup mata dengan rapat dan kemudian mengurut burungnya sambil membayangkan "kejadian - kejadian indah" bersama istrinya.

Ketika dia akan "keluar", dia merasakan ada sebuah tendangan kecil di kakinya. Karena tidak mau kehilangan sensasi kenikmatan yang akan dirasakan, pria tersebut tetap menutup matanya sambil berkata:

"Ada apa?"

"Sedang ngapain di bawah situ?" sahut suara tersebut yang ternyata adalah seorang polisi.

"Tidak liat? Saya lagi memperbaiki tuas persneling dan beberapa bagian lainnya”, sahut pria tersebut. Masih dengan mata tertutup.

"O...begitu. Ya udah deh. Mumpung kamu masih di bawah situ, sekalian aja periksa rem-mu. Soalnya mobilmu udah terguling tuh lima menit yang lalu," jawab polisi tersebut.




Gairah Birahi Teman Sma



Met sore nama gue rejoz,, itu nama panggilan gue,, gue mau berbagi cerita ketika gue bercinta sama temen sma gue... dia namanya neti,, dulu kita sempet satu sma disalah satu kota besar di jawa barat (********) oh iya dia berumur 23 taun sedangkan gue 22 taun gue sekolah kecepetan.. kita deket ketika kita sma kelas 3, kita dulu suka belajar bareng, jajan bareng, maenbareng bahkan dulu suka curhat2an bareng,,, malah kita sempet digosipin tpi justru gue lagi suka sama temen sebangkunya asih,, perawakan dia tinggi sekitar 160cm, kulit putih ada sedikit jerawat, kurus dan toket dia yang g begitu gede paling 34A tapi justru itu yang gue suka ditambah lagi dia pake kerudung,, tapi setelah kita lulus kita lama g kontek-kontekan karena mungkin sibuk dengan kuliah masing-masing dia kuliah di kota yang berbeda dengan gue,, tapi jujur gue selalu ngebayangin dia bugil dan mL-in dia sampe puas,, suatu ketika gue buka facebook gue liat akun dia langsung gue add,, dan g lama dia approve paermintaan pertemanan gue,, g nunggu lama gue langsung pm dia gue : eh ini neti ya?? yang dulu sekolah di sma *** neti : iyah ini siapa ya?? gue : ini gue rejoz,, yang duduk deket lu dulu dikelas 3ips3 neti : ohh,, kamuu,, ejo,, apa kabar?? kemana aja... kirain siapa?? maap2 lupa gue : ya elah,, gue pikir lu lupa ama gue,, iya gue lagi dikota ****** nih,, lu lagi dimana ketemuan yu?? neti : wah boleh tuh kebetulan gue juga kerja dikota ****** sekarang,,, boleh mau kapan nih??? gue : hmm gimana kalo hari minggu aja lu bisa kan di mall ***** gimana?? dan akhirnya gue pun pergi hari minggunya ke mall yang udah gue janjiin.. pas hari minggunya detelah gue nunggu cukup lama,, akhirnya gue ketemu juga sama dia hmm dia g berubah sama kaya waktu sma jirrr,,, toketnya yang mungil bisa gue bayangin dari balik baju yang dia pake.. bikin kontol gue kebayang fantasi gue bro,, gue : kemana aja sih lama bener,, dandan ya lu? neti : duh maap-maap,, angkotnya ngetem mulu abisan,,, yaudah kita duduk2 yu,, gue : ayoo... akhirnya kita berdua pun ngobrol panjang lebar,, mulai dari sekarang sibuk apa sampe sekarang siapa pacarnya dan gue pun tau dia baru aja diputusin sama cowonya,,, neti : eh anterin pulang ke kosan yu,, dah malem ini (jam 9 malem) gue : boleh ayo deh,,, (asik kesempatan nih buat ngerasain toketnya) sepanjang perjalanan sengaja tuh gue ajak ngebut,, trus ngeremm mendadak terus ngebut lagi ampe akhirnya dia protes neti : yang bener donk nyetir lu,, bisa nyupir kagak sih gue : iya maap mau ujannih udah mendung gitu (emang bener sih mau ujan juga) neti : huhh,,, bilang aja lu nyari kesempatan ya??!! gue : hehehe,... eh ga taunya dijalan ujan beneran dan karena males pake jas ujan gue sengaja tuh ngebut sampe kosan dia,,, dan akhirnya kita nyampe kosan dia dengan basah kuyup, dan gue pun ikut berteduh dikosan dia sampe ujannya berenti,, tipe kosan dia tuh kamar-kamar di luar rumah jadi orang-orang bebas keluar masuk ditambah ga ada yang jaga, pas gue masuk kamarnya gan dinyalain tuh lampunya,, buset branya nyetak gitu keliatan dari luar bajunya,, makin pengen gue,, neti : hoi,, bengong,, gue ke wc dulu ya ganti baju gue : eh,, iya sok aja sana jangan lama2 ya.. sementara itu gue pun nonton tivi gan dikamarnya sampe dia keluar cuman pake kaos putih n celana pendek doang gan pahanya mulus banget gan ampir keliatan selangkangannya,,, dah gitu bra-nya keliatan dari luarmakin guetambah ngaceng gan liat dia... sampe akhirnya gue beraniin gue : net mau liat yang keren ga?? neti : apaan?? gue : nih,,, (gue liatin film bokep artis di hape gue) neti : ah apaan sih,, malu tau,,, gue : udah tonton aja,, gue k wc dulu ya,, sementara gue ke wc gue ikut mandi tuh,, gue liatin kontol gue udah bener-bener pengen banget tuh ditambah ujan gede diluar,, guepun punya ide,, gue pun panggil neti dari wc gue : net!! bentar deh,,,ini kenapa ya?? neti : ada apaan emang??? gue : lo sini aja dulu... neti pun dateng ke wc, sengaja g gue tutup penuh wc-nya sampe akhirnya dia masuk dan gue pun langsung tutup pintu wc-nya dan dikunci, dah gt g pake lama lagi gue langsung peluk neti dari belakang gue hadepin ke bak mandi neti : eh apa2an nih!! joz lepasin gue dong! gue : net pliss gue g tahan gue pengen banget mL sama lu,, (kontol gue coba gesekin adri luar ke celana neti dari belakang) pliss net,, gue sayang sama lu,,, pliss (gue coba sentuh toketnya dari luar ) neti : jozz,, pliss gue masih virgin,, gue takut hamil,, gue : gue janji g akan sampe hamil ko,,, neti : joz tapi gue belom siap,,, (sambil mulai gue cium belakang lehernya) engghhh,,, pliss joz jangan gue : net,, gue janji bakal bikin lu nikmat yang belom pernah lu rasain selama ini sama gue,,, neti : hmmmm joss,, plis jangan (tangan gue coba masuk ke celananya sambil gue raba mekinya dan mekinya berbulu gitu gan tambah nafsu gue) gue : selamat menikmati sayang,,,(gue pun melorotin celana dia,, sambil gue teken-teken mekinya dari luar cd-nya gan) gue pun ngerasain cd dia dah mulei basah dan neti pun mlenguh ahh,,,, nggggggeehhhh,,, joo,o,,oozzz,,, plisss hmmmm ahhh,,,langsung gue lepas cd dia gan lenguhan neti yang seksi kaya pemain JAV makin bikin gue semangat gan setelah neti cukup menikmati sentuhan tangan gue di mekinya gue coba balikin badan dia jadi berhadapan sama gue,, dan gue pun langsung buka kaos dia gan,,, hmmm seperti dugaan gue bra yang dia pake ukurannya kecil gan 34 A karena penasaran sama isinya gue buka branya gan kita pun sama-sama bugil,,, neti sempet nutupin toket mungilnya pake tangan dia,,, gue : net,, ko di tutup sih,, gue pinjem tangannya ya,, (gue arahinke kontol gue yang gue arahin biar dia maenin kontolm gue sementara gue jilatin toket impian gue itu,,) neti : hmmm ah,,, ejoss,,, enngghhh,,,josss setelah itu gue ciumin toket dia pertama gue jilatin muterin toket kanan dia sampe kena ke putingnya dan hal yang sama gue lakuin buat toket kirinya dan neti cuman bisa melenguh kegelian "ahhhnn,,, ihh,,,aikkk,, aaahhh, aikkkk....." sementara kontol gue udah dalam posisi maksimal tapi gue masih mau bermain dulu sama badan neti yang putih mulus gt bro.. ciuman gue pun turun ke bawah menuju perut gue jilat melingkar diperutnya sambil kedua tangan gue membelai lembut toket dan puting neti,,, terus karena kayaknya dia cape berdiri gue dudukin dia di lantai wc,,, dia duduk dengan posisi ngangkang,, langsung gue jilat mekinya perlahan,,, disini dia melenguh sambil menegadahkan kepala melihat ke atas wc.. gue jilat lobangnya dan tidak lupa gue jilat-jilat dengan cepat klitnya gan lenguhan dia pun makin menjadi-jadi "aiihhhhhhh,,,, ahhh,,, ngghhhhhh aahhhh,,, jozzzz... aq maa...uu pii,,pisssss ungghhh " entah sadar apa enggak dia melenguh sambil remes toket dia sendiri,, sumpah seksi bangettt,,, dan g lama dia pun ngecritt gan di hadepan gue,,, "ahh... ah... ngghhhh" gw : enak sayang??? neti : he eh (sambil nganggukin kepala dan ngos-ngosan) gw : aku kasih yang paling enaknya ya... kamu tahan ya sayang... gue pun langsung mengarahkan kontol gue ke mekinya neti,,, gue gesek pelan pelan danlama kelamaan gue cepetin sampe akhirnya neti yang bilang "jos masukin,,, buru,, aku g tahan" karena dia yang minta gue pun coba masukin kontol gue ke meki dia yang udah basah karena crit tadi,,, pas gue coba masukin berulang kali gagal karena memang licin banget tapi neti langsung ngarahin kontol gue ke mekinya pake tangannya,,, dengan usaha bersama kontol gue pun masuk sebagian,,, guecoba teken kontol gue,,, tiba2 neti teriak "aww,, sakit joss.." gue bilang "tahan sayang bentar lagi juga jadi nikmat ko,,, karena gue g mau dia sakit lama-lama gue teken kontol gue ampe akhirnya dia teriak lagi "awwwwwhh,,,, sakiittt bangett..sakitt.." gue pun ngebiarin meki dia beradaptasi dengan kontol gue,,, setelah dia meneteskan aer mata karena mungkin sakit banget itu,,, gue perlahan goyangin kontol gue dengan gaya missionaris,,, dia pun kembali melenguh "ahh,,, aihhh,,, hmmmm,,,, nngghhhhhh ahhh,,,," lenguhan dia bikin gue makin semangat gan gue percepat goyangan kontol gue,,, gue liat tocil dia goyang gan,, ahh,,, gue bener2 g tahan,,, gue pun berhenti goyangin kontol gue,, gue bangunin dia gan sambil nanya "joss ko berenti sayang,,,?? enak banget" gue jawab "sebentar sayang... kamu ngaped ke tembok ya,, " dia pun ngadep ke tembok dan gue langsung masukin kontol gue perlahan ke mekinya dari belakang doggie style... ternyata gue suka banget style ini,,, sering gue liat di film-film bokep,, sekarang kesampean juga gue,, gue dan neti pun melenguh bareng sesekali gue remes toket neti dari belakang,,, "joss,,, unghhhh,,, joss aq mau pipis lagi,,,hmm,,," gue "net,,, ehh,,, sabar sayang aku juga,,, uh,uh,,,,uhhh.." neti pun g kuat menahan orgasme yang kedua "josss ahh,,,, aku pipis sayangg,,, joooss,,, aahhh,,, aiihhkkk, aihhkkk,," ga lama gue mempercepat goyangan gue,,, dan gue segera mencabut kontol gue dari mekinya neti,,, dan gue bikin neti posisi duduk dihadepan kontol gue, gue kocok kontol gue sampe gue orgasme (crott, crott, crotttt, criittt, crit,,,,) gue tumpahin sperma gue di tocilnya neti,dan kita berdua pun terduduk kelelahan di wc kosan neti, gue pun bersihin sperma gue yang adadi tubuh neti dengan anduk yang ada di wc neti,, gw : sayang enak ga?? (gue coba bersender ke bak mandi dan ngrangkul neti) neti : ihh,,, kamu jahat,, kamu dah bikin aku g perawan lagi,, (sambil mukul-mukul kecil ke gw,, lanjut tiduran di dada gue) gw : aku sayang kamu.. (gue cium mesra bibir mungil neti) neti : hmmmhhmm... aku juga sayang akhirnya gue dan neti pun bersihin badan bareng,, mandi bareng sempet neti ngocokin kontol gue sekali lagi,, dan gue pun jilat meki dia waktukita bersih-bersih bareng,, ga nyangka kita maen di wc 2 jam... dan gue pun memetuskan nginep di kosan neti... kita tidur berdua tanpa pakaian,,, dan permainan pun berlanjut sampe 3 ronde di tempat tidur neti,,, ketika jam 7 pagi gue pulang ke rumah,, sejak saat itu kita berdua jadi partner sex,,, dimana ada kesempatan kita pasti ML


Muridku Kekasih Hatiku




Kenapa lagi sih kamu ? “ tanyaku dengan nada sinis kepada Amanda. “Maaf kak….. aku jarang latihan..” “Udah berkali2 kamu ga bisa ngikutin.. nadanya melenceng semua… jangan dikira bisa tanpa latihan kamu bisa main saksofon dengan bagus” lanjutku. Amanda hanya terdiam. matanya memandang ke lantai, seakan2 menghitung jumlah lantai keramik, atau sekedar mengira2 luas karpet yang melapisinya. Aku sebal. Sebagai seorang guru musik, hal yang paling menyebalkan adalah ketika muridmu tidak berlatih sama sekali. Ditambah lagi,
ketika aku sedang pusing mengerjakan tesis s2ku, dimana mengajar saksofon adalah satu2nya hiburanku, murid yang satu ini membuat hatiku kesal. Amanda, 19 tahun, seorang mahasiswi yang kebetulan satu universitas dengan tempatku mengambil kuliah s2, menurutku sangat berbakat bermain saksofon. Tapi dia jarang sekali latihan. Terdengar dari nadanya yang melenceng, dan tiupannya yang tidak statis, pertanda dia jarang menyentuh alat musik itu. Sebagai mahasiswa S2 yang membiayai kuliahnya sendiri, bermain musik dan mengajar musik adalah tulang punggung utama yang membiayai kuliahku.
Ayahku tidak bisa membiayai lagi kuliahku karena beliau sudah lama meninggal. Uang yang ibuku berikan setiap bulannya hanya cukup untuk membayar kos saja. Uang untuk kuliah, juga disokong oleh beasiswa. Tetapi beasiswanya tidak penuh. Itulah mengapa aku menggunakan bakatku dalam bermain alat tiup saksofon untuk mencari uang, mengajar maupun bermain di acara2 musik. Dari yang kulihat lewat situs pertemanan facebook, Amanda tampak senang sekali bermain dengan teman2nya entah itu nongkrong di kafe, jalan2 ke mall, maupun berkunjung ke Bandung dengan teman2nya. Itu tidak masalah sebenarnya, tetapi jika dia meninggalkan latihan saksofonnya, itu masalah buatku.
Ada orang yang bilang kalo muridnya ngaco, berarti gurunya yang ga bener. Itu membuatku menjadi gemas ketika Amanda selalu membuat kesalahan ketika bermain. “udah ya, hari ini sampai disini saja” aku membereskan saksofonku dan buku musik ku. “tapi kak…” amanda memotong ucapanku “tapi kenapa… pokoknya minggu depan saya tes lagi yang tadi ya, jangan sampe ga bisa kayak sekarang.” Aku segera bergegas keluar, memakai jaket, mengisi absen guru di meja resepsionis, dan keluar untuk menyalakan mesin motorku. Sudah mau maghrib rupanya. Amanda menyusulku keluar. “Kak… maafin aku ya…. Aku emang lagi banyak kegiatan akhir2 ini, jarang latihan….” Ucapnya. “yaudah… minggu depan perbaikin oke” aku memakai helmku. “saya pulang dulu ya” aku mengendarai motorku menjauhi tempat les itu.
Dari spion aku bisa melihat Amanda masuk ke dalam city car nya. Pertemuanku dengan Amanda bermula ketika aku mengisi acara yang diadakan oleh BEM kampusnya. Dia menjadi panitia, LO band yang beranggotakan diantaranya aku sendiri.
Berawal dari ngobrol2 Amanda rupanya bermain saksofon juga dan dia ingin belajar dariku. Karena aku mengajar di salah satu sekolah musik yang mentereng di Jakarta, kusuruh saja dia daftar, dan dia pada akhirnya mendaftar untuk menjadi muridku. Sebenarnya Amanda menyenangkan, senang melucu dan mudah akrab. Tetapi kekurangannya ya itu, malas berlatih, entah hari2nya dihabiskan oleh apa selain kuliah. Apakah itu main, pacaran, aku tidak terlalu tahu, karena obrolan antara aku dan Amanda hanya berkisar musik, lokal maupun musik global.
Aku kembali ke kosanku, kunyalakan laptop hasil tabungan sendiri itu. Sebenarnya aku bukan dari keluarga yang kurang mampu, hanya saja ayahku orangnya disiplin dan tidak memanjakan anaknya. Waktu aku kuliah s1 di bandung dulu, ketika mampu mencari uang sendiri, aku sudah mulai meringankan beban orang tuaku dengan tidak meminta uang jajan. Ketika sebelum aku lulus s1, ayahku meninggal dan wasiat terakhirnya adalah agar aku terus meneruskan sekolah. Kujalani pesan ayahku, dan nyatanya, walaupun hanya dari mengajar dan bermain musik, aku bisa menabung, membayar uang kuliah, dan menyicil motor, walaupun uang untuk kos masih dibantu oleh ibuku. Sedangkan Amanda, bisa dilihat hidupnya amat mudah. Orang tua yang kaya, dan memanjakan anaknya, terlihat dari saksofonnya yang terlihat baru dan kinclong, beda dengan saksofon tua ku yang hasil nabung sendiri itu. Naik mobil kemana, jalan2, pacarnya pun aku kenal, walau hanya sebatas tahu sama tahu saja. Anak orang kaya juga.
Kehidupan mereka berbeda jauh denganku. Tampaknya apa2 saja yang mereka inginkan mudah didapat. —————————–minggu depan———————————————— Jam 4 sore. Aku menunggu hujan reda di kosanku. Jam 5 harusnya aku sudah di sekolah musik itu. Tapi karena aku memakai motor, maka aku hanya bisa menunggu. Waktu terus berlalu. Hujan tidak reda. Maghrib sudah tiba, dan aku sudah menelpon ke sekolah musik itu untuk membatalkan les hari ini. Aku tidur2an di kasurku, malas untuk keluar kemana2 lagi. Tiba2 handphoneku berbunyi. Aku melihat layar handphoneku. Ternyata nomor Amanda. “Halo kak….” Amanda mengawali pembicaraan “Eh kamu, ada apa ? udah tau kan lesnya ga jadi ? “ jawabku “Aku ada di depan kosan kakak” lanjutnya “Eh…. Ngapain ? “ aku heran. Amanda memutus telponnya. Aku bergegas keluar dari kamar kosanku, dan kulihat Amanda dengan basah kuyup terguyur air hujan, berdiri di depan gerbang kosanku.
Tanpa pikir panjang aku mengambil payung, lari dan membuka pintu gerbang. “Lho kamu kenapa ? kok kehujanan ? mobil kamu mana ? “ tanyaku bertubi2. Amanda hanya diam saja. DIa menggigil menahan dingin, sekilas kulihat matanya memerah dan ada bekas tangisan. Untung saja tidak ada orang yang lihat, jadi Amanda bisa masuk ke kamarku. Karena kamar mandinya ada di dalam kamar, kusuruh Amanda untuk mandi. Tak lupa kuberikan t shirt ku yang ukurannya agak kecil dan celana pendek, juga handuk yang biasa kupakai.
Aku agak khawatir sebenarnya. Karena di kosan ini tidak boleh membawa tamu perempuan ke dalam kamar. Aku tidak tahu apa yang bakal terjadi kalau orang2 kosan mengira aku dan Amanda melakukan hal2 yang tidak senonoh. Aku hanya diam menatap pintu kamar mandi. Suara air mengalir dari shower bisa kudengar dengan jelas. Tak berapa lama Amanda keluar, dengan memakai baju yang tadi kusiapkan. Dia sedang berusaha mengeringkan rambutnya dengan menggosok2annya dengan handuk. Bisa kulihat matanya masih merah. “Kenapa sih kamu ?” aku memberanikan diri bertanya “Ceritanya panjang kak….” Katanya sembari duduk disampingku, di pinggir ranjang. “kalo ga mau cerita ga usah dipaksa” aku lalu berdiri dan memakai jaket “Saya beli makan ya, kamu diem disini dulu, jangan ikut keluar, soalnya di kosan ini ga boleh ada tamu cewek masuk ke dalam kamar” “ dan jangan ribut, nanti dikirain saya nyelundupin kamu ke dalem” kataku mengingatkan Aku tidak habis pikir.
Apa yang ada di pikiran Amanda sehingga dia nekat datang ke kosan guru musiknya. Aku berjalan dengan payung di tengah hujan, menuju tukang nasi goreng untuk memesan 2 porsi, dibawa pulang. Aku kembali ke kamar kosan. Hujan telah reda. Aku membuka kunci kamar, dan menemukan Amanda sedang menerima telpon dengan air mata yang menetes. Aku segera menutup pintu kamar dan menyiapkan makanan. Amanda hanya diam saja, dan dia serta merta menutup telponnya. “Eh… makan dulu…” aku menegurnya Amanda hanya diam.
Sejenak kami berdua terdiam beberapa saat. “Kak… ada tisu ?” Amanda akhirnya membuka mulut. Aku segera mengambilkan tisu dari laci meja belajarku. Amanda mengusap air matanya dan menarik nafas panjang. “Maaf ya kak aku ngerepotin” Amanda mengambil makanannya dan mulai makan. “Gapapa kok, santai aja” “Ntar kalo bajunya dah kering saya anter kamu pulang ya” jawabku. “Ga usah kak…. Aku mau disini aja” pernyataan Amanda membuatku kaget. “Tapi, saya kan udah bilang, kosan disini ga boleh nerima tamu cewek sebenernya “ Aku sengaja mempertegas kata2ku. “Aku gak akan ribut kak. Janji” jawabnya Aku hanya menghela nafas sambil ogah2an menyantap nasi gorengku. Apa sih maunya dia, begitu pikirku. “Kalo mau minum ambil tuh gelasnya di rak di deket pintu kamar mandi” ucapku setelah Amanda menyelesaikan makanannya. Amanda menurut dan mengambil gelas, dan menuangkan air dari dalam dispenser.
Aku tidak menghabiskan makananku, dan menyalakan laptopku. Jujur saja aku bingung bagaimana harus menghadapi Amanda. Aku jarang pacaran, ketika kuliah aku malah tidak sempat pacaran. Sibuk oleh kuliah dan musik. Apalagi sekarang, kuliah, musik, ngajar. Itulah yang menyebabkanku agak canggung hanya berdua di kamar dengan seorang perempuan. “Kalau mau baca2 majalah itu ada di rak di atas kasur” Aku berkata seperti itu karena Amanda terlihat hanya duduk di tepi ranjang dan memandang lantai dengan tatapan kosong Tapi Amanda seakan tidak menggubris ucapanku. Dia masih melamun “Amanda. Kenapa sih ?” Aku makin penasaran. Amanda tampak kaget mendengar pertanyaanku. “Hmmm…. Aku heran kak… apa sih yang dimauin sama laki2” dia membuka dialog “Kenapa gitu ?” aku turun dari kursi dan duduk di karpet. Amanda pun turun dari pinggir ranjang dan duduk di hadapanku. “Tadi aku rencananya bolos les kak….” jawab Amanda “Terus ?” “Aku jalan2 sama pacarku tadi. Pas jam 5, jam harusnya aku les, aku di dalem mobil pacarku, dia lagi nyetir, rencananya mau jalan cari makan terus nonton” Amanda melanjutkan ceritanya. “Entah kenapa handphone dia ditaruh di dashboard. Aku pinjem, mau main game yang ada di hapenya. Dia ngebolehin, tapi entah kenapa aku tiba2 pingin buka inbox smsnya” Halah. Pasti cowoknya selingkuh, begitu pikirku dalam hati. “Aku ngeliat sms2 mesra kak. Gak cuman satu tapi beberapa cewek” Buset.
Pikirku. Jagoan banget tuh cowok. “Aku kurang apa sama dia coba ? bela2in bolos les, bela2in dia, selalu aku temenin, kok dia begitu sama aku ?” dia mulai menangis lagi. “Jijik liat sms2 itu, sayang2an segala macem orang pacaran aja” Aku mengambilkan Amanda tisu lagi karena airmatanya mengalir deras. “Terus gimana ?” aku memintanya melanjutkan ceritanya. “Aku marah kak. Tapi dia cuman diem aja ga ngomong apa2. Akhirnya di lampu merah aku keluar dari mobil” “Kan ujan” jawabku sedikit tidak antusias. Entah mengapa kasus ini sangat klasik pada orang2 yang pacaran. Tapi tampaknya Amanda sangat terpukul oleh kejadian tersebut. “Biarin aja kak. Aku jalan, ngejauh dari mobil, aku bisa denger sih dia nglakson terus….. tapi setelah jauh dari mobilnya, aku bingung mau kemana. Tapi aku inget kalo tempat tadi deket sama kosan kakak. Makanya aku kesini” Memang dulu Amanda pernah kesini diantar oleh pacarnya, mengambil partitur lagu. “Terus ? kok kamu malah kesini ? ga pulang aja ?” tanyaku sambil berusaha meyakinkan dia agar pulang. “Males nanti ditanyain sama orang tua…. kemana si pacar, kok pulang sendiri. Ribet “ jawabnya “Lah kalo dicariin gimana ?” aku makin bingung “Aku udah bilang sama orang tua aku… mau tidur di rumah temen” “Tenang aja, mereka percaya kok…..” Aduh. Entah mengapa menurutku Amanda berlebihan dalam menghadapi masalah ini. Kenapa gak putusin aja cowok itu, cari taksi, pulang, tidur, besok lupa. Tapi dia malah repot2 pergi ke kosanku. “Terus kamu mau ngapain disini ?” tanyaku dengan malas “Aku mau nenangin diri dulu kak…..” Eh. Bukannya lebih enak di rumah ? disitu kan bisa nangis bombay di depan orang tua. Dijamin bakal ditenangin, abis nangis besoknya lega deh. Aku bingung melihat kerapuhannya menghadapi masalah ini. “yaudah lah terserah” kataku “tapi inget, jangan ribut, jangan keluar kamar, besok pagi saya anterin ke rumah” “Iya kak” jawabnya… Jam2 berikutnya diisi dengan obrolan2 yang biasa kami lakukan, soal musik, teknik bermain saksofon. Tak lupa aku menyetel musik keras2 dari laptop dan menyalakan tv agar suara kami tidak terdengar. Tanpa terasa sudah jam 11 malam “Aku ngantuk kak….” Kata amanda “Hmm…. kamu tidur di atas aja, saya biar tidur di karpet” jawabku sekenanya. “Enggak kak… aku kan tamu. Aku aja yang tidur di karpet” malah enak di gw. Aku pikir.
Aku mengiyakannya dan menggelar selimut cadangan di karpet, untuk alas tidur agar agak empuk, dan memberinya selimut tipis serta bantal yang berlebih di ranjang. Aku mematikan lampu, dan juga naik ke ranjang, bersiap untuk tidur. “Jangan dimimpiin kejadian yang tadi ya..” kataku mengingatkan “Iya kak….” Sepi. Aku hanya menatap langit2 sambil memikirkan caranya besok pagi keluar tanpa ketahuan yang jaga kos. Kebetulan aja tadi hujan besar sehingga penjaga kos tidak memperhatikan pintu gerbang. Aku agak kesal dengan sikap Amanda. Sudah malas latihan, dan tidak berpikir panjang. Sebenernya muncul rasa kasihan yang besar dalam diriku. Dia belum dewasa, belum bisa mengambil keputusan dengan matang, dan akibatnya seperti ini. Ada di kos2an guru musiknya, dan tidur di lantai.
Yasudahlah. Mungkin Amanda butuh teman malam ini, begitu pikirku. Entah kenapa aku tidak bisa tidur malam ini, harus kuakui kehadiran Amanda malam ini merusak pikiranku. Bukan jadi buruk, tetapi pikiranku menjadi kotor. Aku pernah melakukan seks, sekali2nya waktu baru kuliah dulu. Pengalaman itulah yang membuatku sedikit membayang2kan bagaimana kalau aku bermain cinta dengan Amanda. Amanda memang cantik, kulitnya putih dan mukanya manis. Dan fakta2 itulah yang membuat pikiranku menjadi kotor. Coba kalau dia laki2. pasti aku santai2 saja. Lama aku tidak bisa tidur. Aku sengaja menghadap ke tembok agar tidak melihat Amanda. Tiba2.. Jleg. Aku merasa ranjangku dinaiki orang. Aku kaget, sedikit terkesiap tapi aku berhasil mehanannya. Rupanya Amanda menaiki ranjangku. “Kak… aku tidur sama kakak ya……” katanya dengan nada merajuk. Damn Aku tidak bisa menolak karena dia sudah naik ke atas ranjang. “Ehh… ni kalau mau pake selimut. Aku memberikan bagian selimutku pada Amanda. Dia tampak agak malu, dan segera mengambil bagian selimutnya, dan tidur membelakangiku. Sial. Apa2an ini. Kenapa dia naik ? apa karena kedinginan ? atau keras ? atau kenapa ? Aku merasakan gerakan di sebelahku. “Kak… maaf… aku sebenernya masih pengen ngobrol” “gapapa kan ?” Aku membalik badanku dan mendapati bahwa jarak mukaku dan muka Amanda tidak lebih dari 2 jengkal. Matanya yang memerah menatapku penuh harap. “Kamu ya…
Dengerin. Kenapa sih mesti gini ? kamu sekarang ada di kamar cowok, tidur bareng satu kasur. Ga pantes tau. Apa saya tidur di bawah aja ya” Aku berusaha bangkit. “Ini yang aku suka dari kakak…” tiba2 Amanda berkata seperti itu. “Eh……..” Aku heran dan mematung sejenak “Kakak orangnya tegas…” “gak kayak dia…. egois… udha gitu ga pernah bisa tegas dan ga punya pilihan” “Manda… tapi” Kata2ku terhenti ketika tangannya menyentuh pipiku lembut. “Aku suka sama kakak” pengakuannya membuatku terhenyak. Apakah benar ? apa Amanda Cuma terbawa perasaan akibat baru mengalami kekecewaan dalam berpacaran ? Aku mematung. Terdiam. Dalam hati aku mengakui bahwa sosok Amanda yang manis membuatku tertarik.
Tetapi selama ini aku selalu me-ignore perasaan itu karena 1, dia sudah punya pacar, dan 2, aku tidak ada waktu untuk perempuan ditengah kesibukan tesis, musik dan ngajar. “Kak” tangannya terus mengelus pipiku. Aku pun luluh. Tiba2 kami berdua saling memajukan wajah kami masing2. kami menutup mata dan bibir kami pun bersentuhan. Kami berciuman dengan pelan dan lembut. Amanda terus maju ke dalam pelukanku. Aku meraih pinggangnya, dan menggenggam tangan satunya. Telapak kaki kami saling bersentuhan dan saling bertautan.di dalam selimut itu. kami berciuman dengan hangat. Kami melupakan batas antara guru dan murid. Walaupun umur kami tidak berbeda jauh, hanya enam tahun, namun rasanya ini seperti affair yang aneh antara guru dan murid. Walaupun guru dan muridnya hanya di sekolah musik saja. Kami berciuman sangat lama. Entah kenapa kami berdua tidak berciuman dengan nafsu dan tergesa2. Tangan kiriku yang menyentuh pinggang Amanda, tiba2 mulai nakal. Tanganku masuk ke dalam t shirt yang dia pakai. Menyentuh kulit halusnya. Amanda tidak berontak. Dia malah terus menciumiku.
Amanda pun tidak protes ketika tanganku masuk kedalam celana pendeknya dan memegang pantatnya. Damn. Rupanya dia tidak memakai celana dalam dan BH. Aku melepaskan ciumanku, dan mulai menciumi telinga dan lehernya. “Ahh… Kak… ‘ Amanda tampak menikmati perbuatanku. Tanganku terus bermain mencoba membuka celana pendeknya. Amanda tidak berontak, kakinya malah beringsut membantuku melepas celana pendek itu. Pada akhirnya aku melempar celana itu ke lantai. Aku mulai menyentuh pahanya yang sangat mulus. Aku memeluknya erat, menempelkan perutnya di perutku. “Kak….. “ Amanda memanggilku “Kenapa ?” Aku menghentikan ciumanku di leher “Kalau mau itu’… pelan2 ya…. aku belum pernah…” jawabnya pelan dengan nada pasrah dan tatapan penuh harap. Apa. Masih perawan ? aku kaget. Kupikir setidaknya dia pernah tidur dengan pacarnya. Pantas saja dia tidak bisa menyikapi kelakuan pacarnya dengan benar, pengalamannya sangatlah minim. Aku terdiam. Mematung. Tidak dapat berpikir dengan jernih. “Amanda… kalau kamu gak mau, jangan….” aku mundur “Gak apa2 kak.
Kalau sama kakak aku mau..” Amanda meraih tanganku. “Kamu belum pernah…. jangan dipaksa kalau gak mau….” aku berusaha berpikir jernih. Amanda terdiam, tetapi dia malah masuk ke pelukanku kembali. “Aku mau….” jawabnya pelan “Aku Cuma minta kakak perlakukan aku dengan lembut” “Tapi” aku masih bertahan “Kak…. aku mau kasih ke kakak malem ini” “itu karena aku suka sama kakak” “dari pertama ketemu, tapi kakak tampaknya cuek sama aku…. tapi aku makin suka karena tau kakak orangnya tegas, dewasa, “ “Amanda, itu cuman perasaan pelarian aja…” jawabku Amanda hanya diam. Tetapi dia menjawab dengan semakin masuk ke dalam pelukanku. Dia memelukku dengan erat, dan tidak mau melepasku. “Aku mau ngelakuinnya cuman sama kakak” amanda tetap gigih. Kami berpandangan sangat lama.
Hingga akhirnya aku menciumnya kembali. Pertahanan akal sehatku runtuh. Tanganku terus melingkari pinggangnya yang ramping itu. Amanda perlahan2 bergerak menindih tubuhku. Badannya naik ke atas badanku. Tangannya mencoba membuka t shirt ku tapi tampaknya dia agak canggung melakukannya. Aku melepaskan tanganku dari pinggangnya dan membantunya membuka atasanku. Setelah itu aku berusaha bangkit dan duduk. Amanda memegang bahuku dan mencoba maju menciumku. Aku menahannya dan memegang kedua tangannya. Aku menatap matanya lekat2. amanda menatapku malu2. Aku sedikit tegang. Malam ini kedua kalinya aku berhubungan seks. Dan ini yang pertama bagi Amanda. Jantungku berdetak hebat. Aku menggenggam ujung t shirt yang dia pakai. Pelan2 kutarik keatas. Amanda menurut dengan mengangkat tangannya. Amanda sudah telanjang bulat di pangkuanku. Kedua tangannya disilangkan, menutupi buah dadanya yang kecil. Dia sedikit menunduk dan tampak sangat malu. Pasti ini pertama kalinya dia telanjang bulat di depan laki2. Aku memegang dagunya dan mengangkat wajahnya. Tak berapa lama kucium bibirnya lembut. Aku menggenggam kedua tangannya dan mulai menciumi lehernya, terus sampai ke buah dadanya yang kecil Aku menciumi putingnya. Kurasakan badannya agak gemetar, entah karena geli atau agak takut. “Uhh….. Kak… geli…..” Amanda mendesah kecil.
Aku berbisik kepadanya “Jangan terlalu berisik ya… nanti bisa gawat kalau ketahuan penjaga kos…” Amanda mengangguk pelan. Aku melanjutkan menciumi buah dadanya. Sempat kulihat Amanda menggigit bibirnya. Menahan agar dia tidak ribut. “Ngggh…. mmmhhh…” Amanda terus mendesah. Aduh, bagaimana nanti ketika kami sampai ke inti permainan ?. Aku menyuruh amanda untuk turun dari pangkuanku. Aku segera melepaskan celanaku. Amanda nampak agak kaget ketika melihat penisku. Ini pertama kalinya juga dia melihat penis lelaki langsung. Amanda duduk di sampingku. “Amanda, kalau kamu emang ga siap, mendingan gak usah….” Aku menatap wajahnya yang tampak malu bersemu merah, “ Ga apa2 kak…. udah sampe sini….” dia tersenyum kecil walau aku bisa merasakan bahwa dia merasa gugup dan deg2an. Aku memegang lembut tangannya dan mencium keningnya. Lalu aku menariknya pelan agar kembali duduk di pangkuanku. Amanda duduk membelakangiku. Punggungnya sungguh mulus dan bersih. Aku mulai menciumi bahunya, terus sampai keleher. Kupeluk erat pinggangnya dan bisa kurasakan tangan Amanda memeluk erat leherku. Lama kuciumi bagian belakang leher dan punggungnya. Tak tahan lagi, pelan2 kubimbing Amanda untuk berbaring di kasur. Aku memegang lututnya dan kulebarkan pahanya. Aku menindih badannya. Tangan Amanda menahan bahuku. Aku sejenak mematung memandangi Amanda. Patutkah kurenggut keperawanan perempuan manis ini ? Haruskah dia melakukannya denganku ? Amanda balik menatapku dan berkata “Kak….. pelan2 ya… aku tau pasti sakit pada awalnya” “Kalau kamu gak mau, bisa kita hentiin sekarang kok….. “ aku menjawabnya. Amanda menggeleng pelan. “Aku siap kak………..” Kepala penisku menyentuh bibir vaginanya yang telah basah. Pelan2 kugesekkan kepala penisku di bibir vaginanya.
Amanda mengejang2 geli. Aku memperbaiki posisi dengan menggenggam tangannya. Kurasakan pelan, penisku memasuki bibir vaginanya. Sempit sekali. Aku berkonsentrasi penuh memasuki vaginanya. “Nggggh…….Ahhh….. “ Amanda menahan sakit. Bisa kulihat dia menggigit bibirnya dan matanya sedikit berkaca2. “Uhhhh…..” dia menarik napas lega ketika penisku masuk penuh kedalam vaginanya. Aku mulai menggerakkan penisku maju mundur dengan pelan. Amanda tampak menutup matanya, dan meringis seperti menahan sakit. Aku mencabut penisku. Kulihat penisku berlumur darah perawan Amanda. “Sakit? Kalau kamu ga tahan sakitnya ga usah dilanjutin…” Aku khawatir “Gapapa kak…..” Amanda tersenyum dengan mata agak berkaca2. Aku menarik nafas panjang, kuputuskan untuk tidak merubah2 posisi bercinta kami, terlalu dini untuk kami berdua. Ditambah lagi pengalaman kami berdua sangat minim. Aku kembali memasukkan penisku ke lubang vaginanya. Sudah lebih mudah, walau masih sempit. Kurasakan dinding vaginanya yang hangat mengapit penisku erat. “Mmmhhhh….kak.. “ Amanda mendesah pelan, dia sudah tidak meringis atau menggigit bibir lagi seperti sekarang. Aku terus memaju mundurkan penisku dengan pelan namun temponya stabil. “Uhhh…..” Amanda tiba2 mencengkram erat bahuku. Seakan ingin mencakarnya. “Mmmmhhh” Kaki Amanda mencengkram erat pinggangku. Aku tahu dia akan orgasme. Terlalu cepat mungkin. Tetapi wajar.
Karena ini pengalaman pertama bagi Amanda. Dia belum tahu bagaimana mengatur tempo, merubah posisi, ditambah lagi malam ini semuanya aku yang mengendalikan. Amanda terus bersuara kecil mengikuti tempo goyanganku. “Nggg… mmmmhh….” Tiba2 aku menghentikan gerakanku. Aku tak ingin aku bablas keluar di dalam. Kaki amanda kuat mencengkram pinggangku. Malam ini adalah pengalaman pertamanya. Wajar jika dia tampak tegang atau gugup. Aku tak mau jika ketegangannya mengakibatkan kecelakaan yang tidak diinginkan. “ah…. kenapa kak ?” tanyanya polos dengan nafas tidak teratur “Enggak… tadi kamu ngejepit pingganggku terlalu keras… aku takut kalau nanti aku keluar di dalem…” jawabku. “oh…. “amanda “kamu santai ya sayang….” aku mengelus rambutnya lembut dan dia hanya mengangguk pelan. Pelan2 aku mengisyaratkan agar Amanda tidur tengkurap. Dari belakang aku memposisikan kepala penisku tepat di lubang vaginanya. Pelan2 aku masukkan kembali. “hmmhhh… aaahhhh…” Amanda kembali mendesah ketika kumasukkan penisku. Aku memeluk pinggangnya dan membimbingnya naik. Kami bercinta dalam posisi doggy style. Tangan Amanda bertumpu pada kasur. Aku menggerakkan penisku maju mundur sembari memegang erat pinggangnya. “Uuuuuh…. Ahhh….. “ Amanda tidak bisa menahan lagi suaranya. Entah karena kesakitan atau keenakan. Tapi kalaupun kesakitan, dia tidak berontak. Amanda terus mengerang. Entah berapa lama kami melakukannya. “Kak…. aku… ahhh” Aku tau Amanda akan segera orgasme. Tapi aku tidak mencebut penisku. Aku malah makin bernafsu menggerakkannya. Tumpuan tangannya semakin lemas. Aku secara refleks malah menarik tangannya kebelakang agar posisi tubuhnya tetap stabil. Aku merasakan tubuhnya menegang dan vaginanya menjepit erat penisku. “Aaaaah….. aaaahh….. nggghh….” Amanda mengerang tanpa mempedulikan keadaan kamar kosku yang mungkin saja suara malam itu bisa bocor ke kamar sebelah. “Ngggghh… aaaaaaaaaah”. Tak berapa lama aku langsung mencabut penisku dan spermaku lalu muncrat berantakan di luar vaginanya. Amanda langsung dengan lunglai menjatuhkan diri ke kasur. Aku pun merebahkan diri di sebelahnya. Kami berpandangan dengan cukup lama dan berpelukan sampai kami tertidur. Kini, kami bukan murid dan guru lagi. Tapi lebih dari sekedar itu. Kami sering menghabiskan waktu bersama di luar les, karena kami sekarang menjadi sepasang kekasih. Kejadian malam itu, tidak pernah terulang lagi sampai sekarang. Dan kami tidak pernah mengungkitnya lagi. Biarkan malam itu ada untuk dikenang saja dalam hati kami masing2.



Kenikmatan Dari Gadis Kampung




Kala itu aku numpang kost di rumah temanku yang sudah berkeluarga, sedang seorang gadis adik temanku kebetulan numpang juga di rumah itu, sebagai pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung suami istri bekerja. Pada awalnya aku memandang gadis itu Nani namanya, biasa-biasa saja, maklum aku walaupun sudah cukup dibilang dewasa (27) tetapi sekalipun belum pernah mengenal wanita secara khusus apalagi namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan menuntut ilmu lebih utama untuk masa depan.
Apalagi setelah aku selesai kuliah dan langsung bekerja, aku merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu aku pandang biasa saja, karena dia hanya lulus SD sehingga aku kurang peduli bila aku menyadari tingkat pendidikanku sendiri. Namun dari hari kehari Nani si gadis itu selalu melayaniku menyediakan makan, menjaga kebersihan kamarku, dan bahkan mencuci bajuku yang terkadang tanpa aku minta walaupun aku sebenarnya biasa mencuci sendiri, namun adakalanya aku cukup sibuk kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru. Rupanya gadis itu sedikit menaruh hati, tapi aku tidak tanggap sekali.
Terlihat dari cara memandangku, sehingga aku terkadang pura-pura memperhatikan ke arah lain. Sampai pada suatu saat, dimana temanku beserta anak istrinya pulang kampung untuk suatu keperluan selama seminggu, sedangkan adik perempuannya karena harus menyediakan makan setiap kali untukku, tidak diikutkan pulang, sehingga tinggal aku dan si gadis Nina itu di rumah.
Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan suasana lain di rumah, dan hingga pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu untuk menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka saat gadis itu membungkuk, aduhh.., rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh pemandangan yang menakjubkanku.
Dua buah melon yang subur segar terhidang di depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa basi gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak dia telah menarik perhatianku karena payudaranya yang tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tidak membuang kesempatan aku nikmati keindahan payudara itu dengan leluasa melalui cermin selama menyapu dikamarku. Menjelang dia selesai menyapu kamarku, tiba-tiba dia dekap perutnya sambil merintih kesakitan dan muka yang menampakkan rasa sakit yang melilit.
Dengan gerak refleks, aku pegang lengannya sambil aku tanya apa yang dia rasakan. Sambil tetap merintih dia jawab bahwa rasa mules perut tiba-tiba, maka aku bimbing dia ke kamarnya dengan tetap merintih memegangi perutnya sampai ditempat tidurnya.
Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. Segera aku ambilkan dan sambil berjaga dia gosok perutnya dari balik blousenya. Tetapi tiba-tiba saat menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit agak berkurang rintihannya, sambil masih tetap kuurut perutnya.
Kepanikanku mulai hilang dan aku mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama aku urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan buah melonnya yang subur segar dan aku turuti saja kenikmatan bersama ini untuk mengusap buah melon yang tidak terbungkus itu, dan tanganku terus menelusup diantara buah-buah itu sambil memetik-metik putingnya.
Gadis itu mulai merintih nikmat, dan erangan halus dan memberi isyarat tanganku untuk terus dan terus memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru aku sadari bahwa untuk kali pertama aku merasakan puting gadis yang menegang bila sedang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang dari tadi ikut mengeras tambah menekan di dalam celanaku yang sebenarnya sudah siap untuk berangkat kerja, namun untuk sementara tertunda.
"Eehh.. Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass.." Posisi dia saat itu sambil duduk membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku sambil menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku. Tanpa buang waktu, mulutku pun kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya mulut kami saling berpautan, saling mengulum dan saling menjulurkan lidah dengan penuh nafsu, sementara tanganku terus menyusuri buah-buah yang subur itu untuk meningkatkan kegairahannya, sedang tangan gadis itu mulai hilang kesadarannya oleh kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya untuk melepas kaitan rok bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya. Kembali kesadaranku tertegun untuk pertama kali aku menikmati keutuhan tubuh seorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya.
Namun untuk saat itu juga aku terperanjat, "Eiitt, Nina ini sudah jam delapan, aku harus berangkat kerja wahh, aku terlambat", kataku. Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil aku berkata, "Entar aku berangkat dan aku segera kembali, hanya untuk minta ijin kalau aku ada keperluan yahh, gimana?". "He.. eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi janji lho, ehh tapi Mas?". "Kenapa Nan.." tanyaku. "Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar baru boleh berangkat". Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak bisa ditunda pikirku, dengan "terpaksa" aku kemot putingnya dan dengan penuh gairah aku kemot buah dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di kedua buah dadanya, sampai-sampai si Nani tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah adalah kerinduan yang selama ini lama terpendam. Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter dari rumah kost yang aku tempati.
Selesai aku menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, segera aku bergegas pulang lagi. Ketika aku sampai dirumah, yang memang setiap harinya sepi pada jam-jam kerja, maka menambah kegairahanku waktu aku membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan langsung kukunci saat aku masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku tuju adalah kamarku.
Aku buka kamarku untuk ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja. Aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan saat aku hanya kenakan celana dalamku, tiba-tiba dari belakang, Nina si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan.., rupanya sedari tadi dia aku tinggalkan, dia tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku.
Maka kembali kenikmatan pagi itu aku teruskan lagi, dengan saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu dan kami masing hanya mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami bisa saling bergesekan merasakan dekapan secara penuh, sementara kami berpelukan dan mulut berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Nani yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan buah dadanya yang lembut dan torehan puting susunya di dadaku.
Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk aku remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan lidah saling mengulum. Lama kami pada posisi berdiri "Eeehh.. mmaas eehh eegh enaak sayang ngg.., teruss, teruss.. gelii.. egghh eenaak" erangnya yang setiap saat keluar dari mulutnya. Kegairahan pagi itu kami lanjutkan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yang pertama kali di lantai kamarku.
Maklum kamar indekost dengan tempat tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu. Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah keinginan yang terpendam untuk mengemot puting bila melihat buah dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka aku tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya.
"Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,.. eehm Mas nikmat.. terus jilatin pentilku teruss aku peengin di jilatin terus pentilku..". Dengan penuh gairah pertama aku puaskan menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil aku gesek-gesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya. Aku kembali agak kaget ketika batang penisku merasa basah saat aku gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang masih memakai CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma.
Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Nina diantara belahan daging, namun tiba-tiba dia memekik "A'aa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya". Maka sementara aku lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya "Mass.. he'eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re'eemas.. e'eenak eeh.. ehghhm.. yangg geli..". Penisku terus aku gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, "eeh, eehh.. eehh.. eehh.. eeheh.. eh".
Demikian lenguhannya setiap aku gesek selangkangannya. "Mas.. tarik CD-ku dan lepaskan celanamu..", sampai pada ucapan Nina tersebut maka sementara kami lepas pergumulan itu sambil aku dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam keadaan telentang sementara aku duduk dan dia mulai angkat kakinya ke atas saat CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata serta senyum-senyumnya yang nakal, maka aku dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas sudah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu.
"Nin.. kenapa sih" tanyaku nakal, "Apanya.. Mas" sahutnya sambil senyum, "Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi". "Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja tapi nikmat iih geli". "Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi" tanyaku, "Enak.. Mas, rasanya pingin terus, kalau sudah yang kiri, terus pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama mulut Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan sampai aku eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm" akunya. "Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot?" tanyaku penasaran. "Iiih.. Mas nakal, ya.. Pingin lagi dong", sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang masih pakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas.
"Kalau adik Mas rasanya gimana tuh kalau kupegang-pegang gini?, geli nggak?" keingin-tahuannya besar juga. "Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh.. eh" dengan penasaran dia mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli rasanya. "Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?" sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku." Yah nikmat juga" tegasku sambil aku elus-elus pahanya yang tidak begitu putih tapi mulus. "Eh.., Mas tadi kutipu, pura-pura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja", sambil dia senyum nakal menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. "Mas.. selama seminggu ini kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?" tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, "Kita kelonan terus saja seminggu ini siang ataupun malam". Kebetulan kerjaku selama ini hanya sampai jam 14.00 sudah pulang.
Dia menggoda "Terus nanti kalau kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong". "Yah nggak usah makan asal kelonan terus sama Nina entar kenyang". Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata "Mas kita kelonan lagi yuk sampai sore, terus nanti mandi bareng". Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali dia telentang di lantai dan aku mulai menindihnya "Mas.. kalau gini terus aku rasanya mau pingsan kenikmatan eehh.. M eghhmm.. aduuh.. nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh.. eghh".
Dan aku rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan aku rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya. "Eeehh.. eennak.. aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh.. ehhehh" saat jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya. Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat tapi aku ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya. Maka sementara aku tahan walupun penisku pun juga sudah semakin basah oleh lendirku juga. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, saat lidahku mulai menjilatlubang clitorisnya, kembali dia terpekik "aahhuughh huu.. hu.. egghh aduh.. eggh nikmat, aduhh aku gimana nih Mass aahh aku nggak kuat, Mass.. Mas.. eghh.. egh hhgeehh.. Mas." sambil dia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku sangsi kalau dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak "hehehggheh ahh.. ehhehh.. huhh.. mass.. aku.. akuu rasanya.. eghh" dan dia bangkit sambil menarik CD-ku yang masih aku kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak
"Mas masukkan Mas.. eeghheghh" dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. "Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam.. kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk". Sambil menekuk kaki, sementara tanganku sebagai tumpuan dan dengan berat tubuhku aku tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi sudah menunggu, dan aku rasakan sedotan lubang yang sangat kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. "Eehhgehhg.. teruss. teruss Mas.. maass nikmat kocok terus aduuh rasanya aku nggak kuat mass ada yang keluar eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass.." "ahhgg-agh.. Nani aku aduh egghh,
Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm.. nikmat.. terus sedot" "Mass nikmat.. sekali nikmat.. dalam sekali. Aahh aduh.. hhaghhah Mass.., aku mau keluarr". "Aku juga Nan.. ahhgh aku sudah mau keluar.. ahgghhah". Dan aku cabut penisku saat dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku sehingga aku tak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku dan saat itu aku merasa dia terlepas dari penisku, dia bangkit dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya "Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek" bunyi mulutnya mengemot dan menyedot penisku sementara aku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, sampai dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih.
Sesaat kemudian aku tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa telah jam 3 sore, dan baru kemudian bangun dengan badan terasa agak pegal. Kami kembali berpagut lama dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa busana.
Akhirnya kami mandi bersama dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku menikmati hubungan seks dengan seorang gadis kampung bernama Nani.